Penjelasan Taubat Dalam Tasawuf,- Ini
merupakan pandangan Imam Ghazali mengenai maqam taubat. Menurut Imam Ghazali
taubat ilah penyesalan terhadap segala perilaku jahat yang telah dilakukannya. Menurut
Imam Ibnu Qayyim, taubat ialah kembalinya seorang hamba kepada Allah,
menjauhkan diri dari jalan yang dibenci dan sesat, dan tidak berhasil kecuali
atas hidayah Allah menuju jalan yang lurus. Sedangkan menurut Al-Kalabadzi,
taubat itu mempunyai tiga kategori. Pertama, meninggalkan segala
kemaksiatan, dan berbuat baik secara terus—menerus. Kedua, keluar dari
kejahatan dan memasukan kebaikan karena takut murka Allah. Ketiga,
secara kontinuitas bertaubat walaupun tidak berbuat dosa.
Seorang ulama salaf berkata : “Taubat adalah awal tempat pendakian orang-orang yang mendaki (menempuh jalan sufi). Dan merupakan maqam pertama bagi sufi pemula.”
Para ulama sufi mudah meraih karomah, mudah
memberdayakan mata batinnya untuk memandang keajaiban. Yang mana orang-orang awam (manusia pada
umumnya) tidak mampu melakukannya. Hal tersebut karena mereka –para sufi- memiliki
ilmu. Dengan ilmunya, mereka melakukan riyadhoh-riyadhoh dalam beribadah.
Sehingga jarak antara dirinya dengan Allah sangatlah dekat. Jika tegak berdiri
shalat, maka hatinya seolah-seoolah berdialog langsung dengan Tuhannya. Setiap
keinginannya (yang baik) hampir semuanya dikabulkan oleh Allah.
Untuk mencapai puncak ma’rifat dan menjakan
mata batin awas dalam memandang segala yang gaib, maka tahapan awal yang harus
ditempuh adalah taubat. Karena sesungguhnya setiap saat manusia berbuat dosa,
baik kecil maupun besar, baik disengaja ataupun tidak. Dosa-dosa itu ibarat
debu yang menempel pada mata hati. Apabila dibiarkan akan menjadi kaerap dan
hati sama sekali tertutup. Sehingga, hati tertutu dari kebenaran. Kalau sudah
demikian, maka mata hati menjadi gelap. Pikiran-pikiran kotor dan jahat
memenuhinya setiap saat.
Sedangkan untuk dapat memberdayakan mata
batin dalam memandang keajaiban, diperlukan hati yang bersih. Hati ibarat
cermin. Jika tertutup debu, maka tak akan mampu menampakkan bayanagan. Jika cermin
bersih, bayangan akan tampak jelas. Begitupun dengan hati, jika hati bersih, maka mata batin dapat menembus
keajaiban-keajaiban.
Langkah pertama sekali yang harus ditempuh
sebagai riyadhoh (latihan ruhani) adalah taubat. Dalam pandangan sufi,
yang menyebabkan manusia jauh dari Allah adalah karena dia berbuat dosa. Dosa mengotori
hati, sehingga hati berkarat. Tidak bisa melihat keajaiban-keajaiban yang
datangnya dari Allah. Para nabi menerima wahyu karena hati mereka bersih dari
dosa. Sedangkan manusia, jika bersih dari dosa, tidak ada hijab antara dirinya
dengan Sang Khaliq. Ia mudah menerima ilham.
Jika kita bertekad untuk membuka hijab dan
ingin memiliki daya kejataman mata batin, maka tindakan pertama yang harus
dilakukan adalah membersihkan diri kita dari segala macam dosa dengan jalan
tobat.
Syarat Menempuh Jalan Taubat
Syarat seseorang bisa menempuh jalan taubat
ialah ia harus mengetahui atau menyadari tentang berbahayanya dosa. Ia harus
sadar bahwa dosa merupakan dinding penyekat antara hamba dengan Allah. Sementar
iatu Sahl bin Abdillah At-tsauri berkata : “taubat adalah menggantikan
perbuatan-perbuatan tercela dengan perbuatan yang terpuji. Yang demikian itu
tidak akan sempurna kecuali jika ia menyendiri, diam, dan makan makanan yang
halal.” Menyeniri dan diam maksudnya
ialah merenungi dosa-dosa yang pernah dilakukan.
Syarat yang kedua ialah seseorang menyesal
dari perbuatan dosa masa lalu. Kemudian timbul azam yang kuat. Sedangkan penyesalan
itu tidak akan muncul dalam hati seseorang jika ia tidak menyadari akan
kesalahannya di masa lalu. Jika ia telah menyadari betapa masa lalu telah
berbuat jahat, maka barulah muncul niat.
Penyesalan adalah syarat lain dari bertaubat.
Rasa sakit dalam hati, kerisauan, dan rasa cemas. Hal itu dirakan ketika
seseorang menarik kembali ingatannya kepada masa lalu. Tanda-tanda orang
menyesal ialah, suka merenung, suka berpikir, menyendiri, menangis, hingga
mengeluarkan air mata.
Mengapa Di dalam tasawuf maqam pertama adalah
maqam taubat ?
Imam Ghazali mnjawab pertanyaan tersebut
dengan sebuah perumpamaan. Karena hal tersebut ibarat seseorang yang hendak
memasuki istana dan ingin bertemu raja. Mana mungkin ia bisa menginjakkan kaki
ke dalamnya jika ia berlepotan lumpur. Ketika sampai di gerbang istana, penjaga
pintu sudah mengusirnya. Oleh karena itu, taubat ibarat sungai yang airnya
jernih. Seseorang harus manddi di dalamnya untuk membersihkan diri. Ketika telah
bersih dari kotoran, barulah diperbolehkan memasuki istana sang raja.
Taubat merupakan pintu pertama yang harus
dilewati. Tahapan ini adalah merupakan perubahan dan pertanda kehidupann baru,
karena taubat sebagai batas antara kehipan yang gelap dengan terang. Taubat mengandung
makna “kembali”. Jika seseorang bertaubat maka ia berniat kembbali
kepada fitrahnya semula atau seseorang yang bertaubat berarti dia kembali ke
jalan yang benar setelah hidup di jalan yang salah.
Dalil Dianjurkannya Bertaubat
Setiap hamba Allah wajib bertaubat. Banyak dalil
yang menerangkan betapa orang yang mau bertaubat, ia akan beruntung. Keberuntungan
itu karena dengan mudahnya ia dapat menempuh jalan menuju ma’rifatullah. Misalnya
dapat dijumpai dalam Qs. An-nuur : 31
Dalam hadits, sahabat nabi saw yang bernama
Anas bin Malik ra. Berkata, aku mendengar Rasulullah saw bersabda :
التائب من الذنب كمن لاذنب له وإذا Ø£ØØ¨ّ اللّÙ‡
عبدا لم يضرّÙ‡ ذنب
"ٍ”seseorang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak
mempunyai dosa, dan jika Allah mencinntai seorang hamba, pasti dosanya tidak
akan membahayakannya.” (HR. Hakim)
Kemudian
Nabi saw membacakan Qs. Al-Baqarah : 222
Dalam
ayat tersebut disebutkan “orang-orang yang suci” yang dimaksudkan adalah hamba Allah yang telah
bertaubat, menyesal dan tidak mengulangi perbuatan buruknya kembali. Ia senantiasa
menjaga dirinya dari perbuatan tercela. Maka inilah yang dimaksudkan sebagai
orang-orang yang suci.
Itulah
Penjelasan Maqom Taubat Dalam Tasawuf bagian pertama. Insyaa Allah di lain
waktu, penulis akan membahas bagian keduanya. Terima kasih.’
Semoga
bermanfaat !





0 Comments