Syukur dan sabar adalah dua tanda kesadaran. Syukur adalah kesadaran bahwa semua kebahagiaan yang datang adalah anugerah Allah. Sedang sabar adalah kesadaran bahwa semua kesedihan yang muncul adalalah ujian dari Allah.
Rasulullah SAW bersabda yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, "Aku heran dengan urusan mukmin, semuanya bisa menjadi kebaikan baginya. Dan hal ini hanya diberikan kepada mukmin saja. Jika ia mendapatkan kesenangan kemudian dia bisa bersyukur, maka kebaikan baginya. Jika ia mendapatkan kesusahan kemudian ia bisa bersabar, maka kebaikan baginya."
Seandainya seseorang mampu mengamalkan hadis ini selama hidupnya, maka bisa dipastikan pahalanya melimpah, surga firdaus sudah menunggunya.
Ada 3 sikap syukur yang perlu diketahu dan diamalkan saat kita mendapatkan nikmat.
1. Dzikr al-mun'im, mengingat atau sadar terhadap sang pemberi nikmat, yakni Allah SWT. Menyadari bahwa semua nikmat ini adalah pemberian Allah, bukan sepenuhnya hasil usahanya, maka sepatutnya tidak boleh dijadikan sebagai keangkuhan.
2. Hifdz an-ni'mah, menjaga nikmat. Jangan sampai kita menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah diberikan. Maka seseorang harus menjaganya dan tetap melestarikan kenikmatan tersebut agar syukur pun senantias mengalir bersama pahala Allah.
3. Tasharruf an-ni'mah fi ridlo'i al-mun'im, mengelola atau menggunakan nikmat dalam hal yanh diridhoi oleh pemberi nikmat. Semua nikmat yang dianugerahkan harus menjadi sarana untuk melakukan hal yang diridhai sang pemberi nikmat, yakni dengan mengabdi dan taat kepadaNya.
Demikian pula sabar, ada 3 sikap yang perlu kita perhatikan.
1. Ash-shabru fi tha'ati-Allah, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Ketaatan adalah sebuah kewajiban yang perlu dilakukan. Maka ketaatan tidak akan bisa dilakukan tanpa kesabaran.
2. Ash-shabru an al-ma'shiyah, sabar dalam menjauhi maksiat. Seringkali manusia tergoda dengan kesenagan semu maksiat. Maka supaya bisa terhindar dari kemaksiatan, maka manusia harus bersabar, menahan diri untuk tidak melakukan kemaksiatan.
3. Ash-shabru 'inda al-mushibah, sabar pada saat mendapatkan musibah. Musibah adalah ujian Allah kepada hamba-Nya. Jika seorang hamba lulus menghadapi-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala dariNya.
Syukur dan sabar ibarat dua wajah koin, yang tidak bisa terpisahkan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan yang tidak akan terlepas dari suka dan duka. Maka beruntunglah, mukmin yang dianugerahi sabar dan syukur dalam hidupnya.
Seandainya seseorang mampu mengamalkan hadis ini selama hidupnya, maka bisa dipastikan pahalanya melimpah, surga firdaus sudah menunggunya.
Ada 3 sikap syukur yang perlu diketahu dan diamalkan saat kita mendapatkan nikmat.
1. Dzikr al-mun'im, mengingat atau sadar terhadap sang pemberi nikmat, yakni Allah SWT. Menyadari bahwa semua nikmat ini adalah pemberian Allah, bukan sepenuhnya hasil usahanya, maka sepatutnya tidak boleh dijadikan sebagai keangkuhan.
2. Hifdz an-ni'mah, menjaga nikmat. Jangan sampai kita menyia-nyiakan anugerah Allah yang telah diberikan. Maka seseorang harus menjaganya dan tetap melestarikan kenikmatan tersebut agar syukur pun senantias mengalir bersama pahala Allah.
3. Tasharruf an-ni'mah fi ridlo'i al-mun'im, mengelola atau menggunakan nikmat dalam hal yanh diridhoi oleh pemberi nikmat. Semua nikmat yang dianugerahkan harus menjadi sarana untuk melakukan hal yang diridhai sang pemberi nikmat, yakni dengan mengabdi dan taat kepadaNya.
Demikian pula sabar, ada 3 sikap yang perlu kita perhatikan.
1. Ash-shabru fi tha'ati-Allah, sabar dalam menjalankan ketaatan kepada Allah. Ketaatan adalah sebuah kewajiban yang perlu dilakukan. Maka ketaatan tidak akan bisa dilakukan tanpa kesabaran.
2. Ash-shabru an al-ma'shiyah, sabar dalam menjauhi maksiat. Seringkali manusia tergoda dengan kesenagan semu maksiat. Maka supaya bisa terhindar dari kemaksiatan, maka manusia harus bersabar, menahan diri untuk tidak melakukan kemaksiatan.
3. Ash-shabru 'inda al-mushibah, sabar pada saat mendapatkan musibah. Musibah adalah ujian Allah kepada hamba-Nya. Jika seorang hamba lulus menghadapi-Nya, maka ia akan mendapatkan pahala dariNya.
Syukur dan sabar ibarat dua wajah koin, yang tidak bisa terpisahkan sebagai bekal untuk menghadapi kehidupan yang tidak akan terlepas dari suka dan duka. Maka beruntunglah, mukmin yang dianugerahi sabar dan syukur dalam hidupnya.

0 Comments